Rabu, 29 September 2010

Inilah Kingkong yang Iri

Suatu hari kingkong berada pada suatu tempat yang menurutnya tidak asing lagi. tempat yang jauh dari hiruk-pikuk kesibukan manusia-manusia metropolitan, jauh dari tempat-tempat hiburan yang menurut manusia metropolitan tersebut adalah hal yang menyenangkan.

Tempat tersebut sangat sederhana, terlihat dari bentuk atau model perabotan-perabotan yang jauh dari kata modern. Kira-kira bergaya '90an. Tidak ada hal yang dapat menarik perhatian kingkong, sampai akhirnya mata dan fikiran kingkong terhenti pada satu titik kegiatan yang menurutnya asing.

Kingkongpun terdiam, mulut yang biasanya menimbulkan kebisingan seakan tertutup rapat, dia tidak bisa berfikir, seakan otaknya tidak mau bekerja kembali. Itu adalah kagiatan yang sederhana pula, akan tetapi menurut kingkong itu adalah hal yang luar biasa menurutnya.

Kegiatan dimulai dengan seorang anak yang bersandar pada dada seorang wanita tengah baya, kemudian si-anak mulai mengeluarkan keluhan-keluhannya akan apa yang dia alami pada hari itu juga dengan nada manja. Lambat laun sepasang tangan mendekati. Sisi kiri tangan membelai rambut si-anak, sedangakan sisi kanan dari tangan itu menepuk paha si-anak dengan lembut. Seakan mewakili jawaban dari keluhan si-anak "Kamu pasti kuat, aku akan tetap disini selalu ada, mendukung, membela dan mendo'akanmu..". Ternyata perempuan tengah baya itu adalah ibunya. Perempuan yang selalu tersenyum padanya, perempuan yang selalu membuatnya marasa tenang meski dia mengalami permasalahan apapun dengan memberikannya kehangatan, kasih sayang dan perlindungan, perempuan yang selalu ada sewaktu dia terbang ataupun terjatuh.

Yaah.. itulah IBU..
Yaah.. inilah kingkong yang iri..

Mungkin kingkong sudah kehilangan kehangatan seperti itu. Tapi, sebagai gantinya kingkong mendapatkan kehangatan lain.  Memang tidak sehangat seperti apa yang diharapkan akan tetapi kingkong akan selalu bersyukur. Bersyukur akan keadaan yang tidak sempurna ini.


Selasa, 21 September 2010

Indonesia..............

"My country is so rich!"

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

"Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia"

"Everything can be found here in Indonesia, u don't need the world"

"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,

dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"

"Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000
orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang
yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun
orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah
rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing."

"Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di
Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air
bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan
pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari
bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan
si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya
sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2
kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri."

"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia

will rules the world.."

So, let's we love our products. 
 
By Paul Mhspl